Inilah 5 Kisah Tragis Akibat Kebanyakan Main Game

Seputar Terbaru – Bermain game memang sudah menjadi hobi sebagian besar orang. Bahkan, gamer kini bisa dijadikan sebagai sebuah profesi dan disebut sebagai atlet. Seorang gamer yang giat berlatih serta rajin mengikuti dan memenangkan turnamen bisa dikatakan sebagai seorang atlet eSport.

Untuk menjadi atlet eSport yang handal, memang memerlukan kerja keras dan latihan terus-menerus. Tetapi jangan salah, atlet eSport profesional sekalipun tetap menjaga pola hidupnya secara teratur. Mereka tetap menyeimbangkan diri antara latihan/bermain game dan aktivitas lain di hidupnya seperti makan, rekreasi dan sebagainya.

Sayangnya, hal ini tidak dilakukan banyak gamer. Mereka kerap keasikan main game tanpa peduli pada dunia luar selain game yang mereka mainkan. Bahkan, banyak dari antara mereka yang tidak peduli sama dirinya sendiri dan lebih mengutamakan untuk menyelesaikan misi atau mendapatkan item favorit di gamenya masing-masing.

Waspada untuk kamu yang termasuk gamer seperti itu. Disarankan agar kamu segera mengubah pola bermain kamu. Kalau tidak, kamu bisa saja mengalami berbagai hal yang tragis, seperti 5 hal tragis yang terjadi akibat kebanyakan main game di bawah ini. Bukannya menjadi atlet eSport handal, malah beresiko kehilangan nyawa.

1. Tewas di Warnet

Buat kamu para pecinta game online yang sering sekali menghabiskan waktu di warnet, bahkan sampai bela-belain untuk menginap, kamu harus jadikan kejadian yang satu ini sebagai pelajaran. Seorang remaja di Taiwan sampai harus kehilangan nyawa lantaran terus bermain game online di warnet tanpa henti selama 24 jam.

Chen Rong Yu yang baru berusia 23 tahun harus rela nyawanya melayang karena kecanduan game League of Legends. Dia rela terus duduk di warnet selama seharian penuh tanpa melakukan aktivitas lain selain bermain game agar bisa menembus peringkat profesional. Sayangnya, Chen malah sukses menembus akhirat dengan badan yang terbujur kaku.

2. Membunuh Teman

Begini jadinya jika sudah menjadikan game lebih penting ketimbang hal apapun. Kejadian ini terjadi di Shanghai, China.

Seorang remaja bernama Qiu Cheng Wei meminjamkan sebuah item pedang Dragon Sabre di dalam game Legend of MIr 3 pada temannya, Zhu Cao Yuan.

Sayangnya, Cao Yuan malah menjual item kesayangan temannya itu tanpa persetujuan. Geram dengan ulah sang teman, Cheng Wei akhirnya membunuh temannya itu dengan menikamnya pada saat sedang tertidur. Dia pun harus rela menerima hukuman berupa 15 tahun penjara.

3. Tertabrak Bus

Ini salah satu hal tragis yang juga bisa dibilang konyol. Kamu pasti pernah mendengar kejadian seseorang mengalami kecelakaan gara-gara Pokemon GO. Kali ini, kisah paling tragis menimpa seorang remaja di Brazil. Bukan karena Pokemon GO, melainkan game sejenis yang sudah ada jauh sebelumnya.

Gabriel Cavalcante Carneiro Leão adalah penggemar berat game Ingress, yaitu game setipe Pokemon Go yang bisa membawa dunia nyata ke dalam dunia game. Asik menjalankan sebuah misi, Gabriel tertabrak dan terlindas sebuah bus yang sedang melintas kencang di jalan raya. Sempat koma selama 4 hari di rumah sakit, Gabriel akhirnya meninggal dunia.

4. Bunuh diri

Remaja 13 tahun asal China bernama Zhang Xiao Yi mungkin adalah gambaran sempurna mengenai kurangnya pengawasan orang tua kepada si anak. Xiao Yi yang kecanduan pada game World of Warcraft “berteman”  dengan karakter-karakter yang ada dalam game tersebut.

Tidak cuma sampai di situ, Xiao Yi dalam surat perpisahannya mengatakan kalau dia akan bertemu teman-temannya tersebut dengan melompat dari apartemennya di lantai 24. Dia pun ditemukan tewas bunuh diri.

5.  Menyakiti Diri Sendiri

Sebuah game bernama Blue Whale yang sempat ramai di sosial media ternyata memiliki misi akhir untuk menyuruh pemainnya bunuh diri. Sebelum misi akhir tersebut, para pemain diberikan 50 misi atau tantangan yang harus dilakukan setiap harinya selama 50 hari. Misi-misi tersebut tergolong berbahaya seperti menyakiti diri sendiri dengan menggores lengan bertuliskan #f57 dengan benda tajam.

Parahnya, game ini benar-benar sampai memakan korban. Dua gadis asal Rusia bernama Yulia Konstantinova dan Veronika Volkova sukses menjalani 50 tantangan dan sampai pada misi terakhir. Benar saja, 2 remaja tersebut melompat dari lantai 14 apartemen mereka hingga tewas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *