Warisan Budaya Batik Oey Soe Tjoen Dari Indonesia

Warisan Budaya Batik Oey Soe Tjoen Dari Indonesia

SEPUTAR TERBARUWarisan budaya batik Oey Soe Tjoen di Indonesia. Batik adalah budaya yang paling dikenal di Indonesia. Dengan desain yang menenun bersama pola dan simbol tradisional yang bermakna yang menyampaikan banyak ungkapan dan nuansa khas.

Dimulai 1925 di Pekalongan, salah satu sentra batik Jawa Tengah, Oey Soe Tjoen adalah salah satu contoh pertama batik buatan Indonesia.

Saat itu, Oey Soe Tjoen memisahkan diri dari bisnis batik tulis keluarganya untuk memulai sendiri garis batik yang digambar sendiri. Kini, cucu Oey, Widianti Widjaja memimpin bisnis keluarga, sekaligus berperan sebagai perancang.

Dia mengambil kendali setelah kematian ayahnya pada tahun 2002. Pada saat itu, dia baru beberapa hari kuliah.

Baca juga: Diduga Komplotan Rampok! Polisi Tembak Mati Hendri Kurniawan

Widianti mengatakan bahwa dia telah menerima banyak penghargaan dari para kolektor batik.

Sekitar 40 buah batik dipamerkan oleh Oey Soe Tjoen: A Tribute for Culture yang diselenggarakan bersama dengan bank BCA dengan tujuan untuk melestarikan kain Indonesia.

Potongan-potongan vintage yang dipajang dikenal dengan ciri khas pola flora dan hewan mereka.

Untuk menjaga kreativitasnya, Widianti telah bersumpah untuk tetap berpikiran terbuka saat merancang desain batik.

Potongan batik Oey Soe Tjoen, dengan desain kompleks dan metode produksi yang teliti, dianggap sangat sulit untuk diproduksi ulang dan oleh karena itu dianggap barang langka.

Bagian tertentu biasanya membutuhkan selusin pekerja non-full-time untuk menyelesaikannya, dan semakin rumit desainnya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

Warisan Budaya Batik Oey Soe Tjoen di Indonesia

Oleh karena itu, prosesnya sangat mahal dan memakan waktu, sehingga bisa sampai satu setengah tahun untuk menyelesaikannya.

Selama tahun emas perusahaan di tahun 1930an, lini batik Oey Soe Tjoen mampu menghasilkan 30 buah batik per bulan dengan tenaga kerja lebih dari 150 orang.

Dengan demikian, cetakan baru yang dibuat oleh Widianti untuk jalur Oey biasanya menghasilkan harga dalam jutaan rupiah karena kelangkaan dan lamanya produksi.

Jenis batik vintage yang diproduksi Oey Soe Tjoen dibuat dengan metode yang lebih rapuh dan rumit daripada batik modern.

Sejarahnya, batik Oey Soe Tjoen telah dikumpulkan, dipamerkan dan dijual di seluruh dunia, seperti di Eropa, Jepang, Singapura.

Kelangkaan potongannya juga telah melahirkan industri pasar gelap palsu, dengan beberapa cetakan Oey Soe Tjoen palsu beredar.

Widianti mengklaim bahwa banjir cetakan palsu menyebabkan berkurangnya bisnis keluarganya di tahun 1980an, dan tetap menjadi ancaman hari ini.

Seorang kolektor, yang menghadiri pameran tersebut dan sempat mengalami cetakan palsu Oey, mengatakan bahwa hadiah terbesar biasanya harganya. “Ada pepatah di antara para kolektor.

Jika orang menawari Anda batik Oey Soe Tjoen seharga kurang dari Rp 150 juta (sekitar US $ 11.278) maka palsu, “kata kolektor yang dikutip dari antaranews

Save

Tinggalkan Balasan